Recents in Beach

Konser NOAH di Washington DC



http://images.detik.com/content/2015/10/05/228/noahdlm.jpg
NOAH menggelar tur keliling Amerika Serikat untuk pertama kalinya. Setelah hari sebelumnya pentas di Los Angeles, sekarang Ariel cs tampil di Washington DC, sebelum nantinya mereka akan manggung di New York.

Konser yang digelar dalam rangkaian festival Made In Indonesia itu dilangsungkan di Silver Spring, Maryland, Minggu (4/10/2015) waktu setempat. Selain NOAH, festival itu juga dimeriahkan oleh penampilan lain seperti pencak silat, band lokal milik warga Indonesia, batik fashion show, stand makanan dan kerajinan, dan sebagainya.

Di tengah hawa yang dinginnya sampai 14 derajat celcius, animo masyarkat Indonesia untuk menyaksikan secara langsung band kesayangan mereka ternyata tak terbendung. Pesona Ariel mampu menghipnotis sekitar 2.000 orang yang hadir dari kawasan Washington DC dan sekitarnya. Dengan lagu 'Ada Apa Denganmu' sebagai pembuka, secara total NOAH membawakan 10 lagu yang mayoritas merupakan lagu lawas.

“Dalam tur ini memang PR-nya song list-nya. Kita harus lihat berapa banyak lagu lama yang akan dimainkan karena kebanyakan tahunya lagu yang lama, apalagi mereka yang sudah 10 atau 15 tahun di sini,” kata Ariel saat ditemui usai konser.



Personel NOAH yang lain, Uki, mengaku perjalanan tur tersebut menyenangkan meskipun tak lepas dari jetlag. “Perjalanannya seru meskipun sedikit jetlag. Kemarin sempat jalan-jalan di LA. Buat kita fun lah pokoknya, bukan sesuatu beban manggung yang kayak gimana,” kata Uki.

Hal senada dikatakan Ariel. Menurutnya tur kali ini menawarkan sesuatu yang baru karena inilah kali pertama mereka manggung di negeri Paman Sam.

“Kesannya udah campur aduk, udah bukan kaya tur lagi. Kalau di Indonesia dulu pas awal-awal juga wah, tapi kalau udah berapa kali ke kota yang sama udah biasa. Kalau kali ini merupakan sesuatu yang baru. Selain di musiknya juga di jalan-jalannya menarik. Ini pertama kali kita ke Amerika,” kata Ariel.



Selain jetlag, ada kendala lain yang mereka hadapi, yaitu cuaca yang cukup ekstrem. Di LA hawa amat panas, sementara di Washington DC cuaca sedang dingin. Ariel bahkan mengaku di LA kulitnya sempat gosong lantaran sinar matahari. Sementara di DC, dia berulang kali menggosok tangannya saat manggung lantaran kedinginan.

“Tapi kita udah terbiasa. Kita kan dulu pernah satu hari lima kota. Habis itu 24 jam lima negara. Sebenarnya udah mulai terlatih ganti-ganti udara,” kata Ariel yang mengaku senang dengan antusiasme penonton baik di LA maupun di DC.

Konser itu sendiri merupakan bagian dari festival Made In Indonesia yang dilangsungkan secara rutin tiap tahun sejak 2011, kecuali tahun 2014 yang absen. Penyelenggaranya adalah Acha Production, sebuah event organizer berbasis di Washington DC milik orang Indonesia.

Manajer NOAH, Benyo, mengatakan bahwa keterlibatan Noah dalam festival tersebut dimaksudkan sebagai kontribusi untuk menyemarakkan festival dan didedikasikan buat masyarakat Indonesia. Itulah mengapa penonton tidak dipungut biaya.

“Memang dari awal kita rencanakan untuk berkontribusi dalam event Made In Indonesia ini yang diselenggarakan khusus untuk orang Indonesia. Kalau di sini event ini tetap terselenggara mau ada Noah ataupun tidak. Sementara kalau di Los Angeles dan New York kita memang bikin event khusus untuk NOAH,” kata Benyo.

Sementara itu, owner Acha Production, Maya Naratama, mengatakan bahwa festival Made In Indonesia diselenggarakan dalam rangka mempromosikan produk, kuliner, dan kesenian Indonesia di publik Amerika. Dengan model street festival semacam itu, jangkauan audiens diharapkan lebih luas.

“Pada waktu kita mulai festival ini di tahun 2011, saya jumpai Indonesia belum begitu dikenal di sini. Mereka bahkan tidak tahu ada yang namanya Indonesia. Makanya kita ingin mengenalkan ke mereka, bahwa ada lho Indonesia yang keseniannya bagus, makanannya enak, tidak kalah dengan negara-negara Asia lainnya,” kata Maya Naratama, owner dari Acha Production.

Mengenai kedatangan NOAH Maya menuturkan bahwa konser ini boleh dibilang sebagai pengganti kekecewaan masyarakat lantaran batalnya konser NOAHyang dulu direncanakan bulan April 2015.



“Kebetulan tur NOAH ini di bulan Oktober, pas banget sama festival kita. Jadi kita usahakan benar-benar bagaimana caranya supaya Noah bisa ke DC,” kata Maya.

Semula Maya dan tim sempat amat khawatir dengan kondisi cuaca. Apalagi, ada berita bahwa badai Joaquin mengancam kawasan DC dan sekitarnya. Maya mengaku sampai harus mengecek kondisi setiap saat sembari kebat-kebit lantaran khawatir konser terpaksa dibatalkan lagi akibat cuaca.

“Alhamdulillah cuma mendung saja dan tidak ada badai. Akhirnya kita bisa menghadirkan NOAH untuk mengobati kerinduan teman-teman di sini terhadap musik Indonesia, khususnya fans NOAH. Buat saya ini suatu kebahagiaan bisa berbagai dengan teman-teman di sini,” kata Maya.

Dia menambahkan, event tersebut takkan terlaksana tanpa bantuan banyak pihak. Karena itu dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memungkinkan terselenggaranya acara tersebut. Dia berharap ke depan akan lebih banyak pihak yang ikut mendukung acara tersebut guna mempromosikan Indonesia.

“Khususnya saya berterima kasih kepada KBRI Washington DC. Untuk pelaksanaan festival tahun ini kita bekerja sama dengan KBRI. Alhamdulillah support yang diberikan sangat baik. Dan mudah-mudahan ke depan kita bisa bekerja sama semakin baik lagi untuk bikin event yang lebih besar lagi,” pungkas Maya.

Posting Komentar

0 Komentar